Kamis, 31 Januari 2013

Karya Tulisku -Bagian Dua-

ehem.. hallo semua! seperti biasa, aku memberikan sambutan yang meriah untuk kalian (?)
kalian udah baca post aku kemarin? bagi yang udah pasti penasaran gimana lanjutannya.  nah.. sekarang aku mau ngepost kelanjutannya nih.. cerita kali ini ada beberapa orang yang baru. langusng aja.. cekidot..

Who Is He ?
Tokoh :
Ana miwako (16 tahun)
Tetsuo makoto (16 tahun)
Miki onozuka (16 tahun)
Yuroshiki Kurozawa (16 tahun)
Yamada Hiroyuki (16 tahun)


Hari pun berganti, hari ini aku berangkat sangat pagi karena aku ingin segera duduk ditaman belakang sekolah. Disekolah masih terlihat sepi, embun pagi pun masih menyelimuti dedaunan. Sesampainya dikelas aku hanya melihat bangku-bangku kosong, saat itu juga aku pun memutuskan untuk pergi ketaman belakang.
Di sana aku duduk disebuah kursi yang dibelakangnya terdapat pohon yang amat rindang, kupejamkan mataku dan mulai mengkhayal. Itu lah kegiatanku jika aku sedang sedih, saat itu juga aku mendengar suara gesekan dedaunan. Ku buka mataku dan kulihat darimana asal suara itu, ternyata itu adalah suara seseorang yang sedang tidur diatas pohon. Cowok yang amatku kenal dengan wajah lembut yang sedang tertidur, satu kata “MANIS”. Dia terlihat seperti Tetsu yang kurindukan, tapi sifatnya berbeda, ya dia adalah Makoto-kun.
“ah.. kurasa aku harus pergi!”  bisikku pelan karena tak mau membangunkannya.
Di kelas saat pulang sekolah...
“teman-teman!!!  Liburan musim panas kali ini kita akan mengadakan acara spesial!!!” kata ketua kelas sambil berteriak.
“uaaaaa... apa itu kurozawa-kun?” para gadis bertanya dengan serempak kecuali aku dan Miki.
“ya ampuuuuun..” Miki mengeluh karena jijik terhadap suara mereka yang iiiiiiih...
“hahaha.. kau harus berusaha terbiasa dengan ini Miki!” kataku sambil menyenggolnya.
“huaaaaah.. cepat lah ketua kelas! Aku mengantuk nih! Aku ingin pulang dan tidur!” pinta makoto-kun yang sedikit agak membentak.
“yayaya.. baiklah aku akan segera mengumumkannya!” kata ketua kelas agak cuek, dan berhenti untuk menarik napas.
“kali ini kita akan mengadakan Jurit Malam.. dan juga harus berpasangan lho!” sambung ketua kelas dengan nada yang semangat.
“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa....” semua gadis yg tadi, berteriak dan ribut mencari pasangan.
“he,hei! Dengarkan aku dulu!!!” ketua kelas agak berteriak, dan kelas pun langsung hening.
Krik.. krik.. duarrrrrrrrrrrrrrr #ets! Gak kok.. kidding!
“kali ini pasangannya akan di undi!!!” kata ketua kelas lagi dengan semangat kaya anak TK. XD
“yaaaaaaaaaaaaaaah..” keluh gadis yang berteriak-teriak gak jelas tadi.
“nah sekarang mari kita memilih pasangan kita.. mulai dari absen ya..”  kata ketua kelas lalu disambung dengan memanggil nama kami sesuai absen.
“Ana Miwako!” panggil ketua kelas, nah inilah giliranku. Setelah itu aku maju dan mengambil nomer undian, aku tak berani melihat jadi akan kubuka saat kami mencari pasangan saja.
“Tetsuo Makoto!” ketua kelas memanggil Makoto-kun. Makoto-kun pun dengan malas dia maju dan mengambil undian.
Miki telah mengambil undiannya, dan saat semua telah mengambil undian.. kami pun langsung mencari pasangan kami. Aku dan Miki membuka kertas undian kami bersamaan, tapi tetap saja kami tak bisa berpasangan. Karena kelas kami orangnya pas yaitu 12 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Jadi kotak undiannya 2, yaitu 1 untuk perempuan dan satu untuk laki-laki dan nomor dari kotak yg pertama pasangannya dikotak kedua. Sudah jelas kan.. kalo pasangan kami harus laki-laki dan perempuan! Aaaaaaaaaaaaarrrrrrgggggggggg!! Siapa yang membuat acara ini sih! Mana aturannya harus pake kimono dan harus bergandengan tangan. Uaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!! Kau bisa bayangkan kan? Aku akan berduaan dengan cowok yang gak kukenal dan harus BERGANDENGAN TANGAN?! Ugh!
Aku dan Miki sekarang sedang mencari cowok yang berpasangan dengan kami. Miki memulai dengan cowo yang paling cupu dikelas  #ada-ada aja. Sudah 5 cowo yang dia tanyai, hingga dia memilih untuk bertanya ke ketua kelas yang jadi idola kelas kami ini. Setelah bertanya pada ketua  kelas dia kembali ketempat duduk dengan muka masam. Aku terheran-heran melihatnya.
“ kau kenapa Miki?” dengan muka kebingungan.
“Ana.. aku..” katanya ragu
“kau belum menemukan pasangan ya?” kataku memotongnya.
“bukan, tapi, aku.. aku berpasangan dengan kurozawa-kun (ketua kelas).” Katanya lesu.
“fufuahahahahaha.. wah.. Miki beruntung nih, bisa PDKT sama kurozawa-kun!” kataku sambil tertawa terbahak-bahak.
“iiiiiih!!! Ana, kau kan tau kalau aku tidak kuat terhadap cowo! Tapi, sekarang aku harus berduaan dengan cowo yang di idolain sama cewe-cewe. Uaaagh!! Bayangin deh, aku mesti nundukin kepala sambil megang tangan kurozawa-kun. Pasti aku jadi topik pembicaraan sekolah!” kata Miki panjang kali lebar kali tinggi #lho?kok jdi rumus volume? XD
“wkakakakaka.. sabar aja Miki.. mungkin aja dia cocok sama kamu.. liat aja ntar dijurit malam.” Kataku sambil mengedipkan sebelah mata.
“sekarang temenin aku nyari pasanganku ya..” pintaku dengan senyuman.
“oke!” jawabnya dengan senyum manisnya.
Sudah 11 cowo yang kami tanyai, tapi tak ada satu pun yang berpasangan denganku. Sisa 1 orang lagi yang belum aku tanyai.  Tapi, sepertinya aku tak perlu bertanya lagi. Karena, sudah pasti aku yang berpasangan dengan dia. Dan orang itu adalah....... Makoto-kun! #gubrak
“kena kutukan apa sih aku? perasaan mulai hari pertama dia masuk sekolah pasti aku terus yang kena pasangan sama dia!” kata ku kesal.
“ ahahahhaha.. mungkin ini yg dinamakan takdir,” kata Miki yg lebih tepatnya sedang mengejekku. “ maybe dia juga suka denganmu,” sambung Miki sambil menyenggol tanganku.
“ hah? Apaan sih? Tau dari mana coba,” kataku melawan.
“ ahahahaha.. tapi muka mu merah! Ahahahaha aduuuh... Ana imut deh kalo lagi malu.” Ejek Miki sambil berlari meninggalkan ku.
“ hei! Miki awas kau!!!” kata ku sambil mengejarnya dengan tawa.
“ahahaha coba saja.. weq!” balas Miki dengan menjulurkan lidahnya.
“BRUAAAAAAKKKK!” terdengar suara tabrakan. Saat ku lihat, ternyata Miki menabrak ketua osis yang sedang membawa buku-buku yang luar biasa beratnya.
“ hei! Kau tidak punya mata ya?! Coba lihat! Semuanya jadi berantakan.” Bentak ketua  osis yg sangat pemarah itu. Ya, ketua osis di sekolah ku ini memang pemarah dan disiplin. Sehingga tidak ada yg bisa melawannya, tetapi banyak guru yg menyukainya. Dia adalah cowo tinggi yg memiliki otak cerdas, dengan itu lah dia bisa menjadi ketua osis. Semua permasalahan sekolah bisa selesai dengan cepat karena idenya. Wajahnya memang tampan, tetapi dia tidak memiliki kelembutan terhadap perempuan. Hmm.. tapi dia juga punya fans club lho.. hebat juga ya ketua osis sekolah ku ini. Lanjut kecerita...
“ma.. ma.. maaf.. aku tidak sengaja.. maafkan aku..” kata Miki sambil menundukan kepala, aku tau dia pasti ingin menangis. Miki memang cewe yg lemah..
“ hei, saat bicara tatap wajahku! Tidak sopan sekali kau!” bentak ketua osis sekali lagi.
Miki pun mengangkat kepalanya dengan perlahan. Saat itu ku lihat ada luka di jidadnya, darahnya menetes perlahan tetapi tidak terlalu banyak yg keluar. Saat itu juga, aku tidak bisa bergerak karena aku masih heran kenapa buku-buku itu bisa membuat luka yg cukup parah. Saat sadar, aku melihat ketua osis membopong Miki ke ruang kesehatan. Orang-orang yg sedari tadi menonton mereka berdua di pinggir- pinggir koridor pun mulai menghilang dan juga merasa heran kepada ketua osis.
“aneh.” Kata ku pelan.                
“apanya yg aneh?” suara berat muncul dibelakang ku.
“Makoto-kun?! Ada apa?” kata ku kaget.
“ah tidak, aku hanya ingin bicara dengan mu,”  kata Makoto-kun
“oh.. oke, kau ingin bicara apa?” tanyaku padanya.
“kau berpasangan denganku kan?” tanya nya balik
“ya,begitulah. Terus?” jawabku, diikuti dengan pertanyaan lagi.
“oh, aku hanya ingin tanya itu, “ katanya dingin.
“ooh.. oke, kalau begitu aku pergi dulu. Aku ingin pulang karena sudah sore. Bye!” pintaku sambil berjalan kearah kelas.
“oh,hey tunggu!” kata Makoto-kun sambil menarik tanganku.
“hah? Apa?” tanyaku cuek. Didalam hati aku sangat deg-degan karena dia masih memegang tanganku. Kyaaaaa >.<
“eeeh.. maukah kau kujemput nanti sore?(saat jurit malam)” tanya makoto-kun.
“mmm.. baiklah! Sampai jumpa!!!” jawabku sambil berlari meninggalkan Makoto-kun, karena saat itu jantungku berdetak sangat kencang hingga terasa ingin meledak.
 “hufft.. hampir saja..” kataku pelan saat sudah jauh meninggalkannya.
-To Be Continue-
gimana??? tambah aneh atau tambah nyambung? kalo gitu kasih komentar dong.. jadikan aku bisa perbaikin apa yang salah dengan cerita ini.. :3 komen yak guys...
Thanks udah menyisihkan waktumu untuk membaca ceritaku. sekian! :D

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ceritanya asikkk mi... lanjut... ak penasaran ^^
yg namanya tetsu itu mirip namanya wan tetsu yg kwan kita dlu tuh...

Posting Komentar